Tempat & Tanggal Lahir

Parepare, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, 7 Februari 1963

Karir

  1. Bupati Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (2008 – 2018)
  2. Direktur Kyushu Medical Co. Ltd.
  3. Presiden Direktur Global Seafood Japan
  4. Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia
  5. Guru Besar Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar
  6. Gubernur Sulawesi Selatan (2018 – 2023)

Detail Tokoh Nurdin Abdullah

Bantaeng kemungkinan tak banyak di kenal orang. Ini adalah nama sebuah kabupaten kecil sekaligus yang tertua di Sulawesi Selatan. Dahulu, Bantaeng merupakan pusat pemerintahan Belanda dan pusat perdagangan di kawasan tersebut. Namun siapa sangka, di daerah kecil itulah sebuah potret pergantian daerah menuai banyak apresiasi dan layak menjadi perumpamaan bagi daerah lain. Sukses Bantaeng sebagai daerah yang berkembang pesat tak lepas dari kerja keras Nurdin Abdullah selama menjabat orang nomer satu di sana. Nurdin menjabat Bupati Bantaeng periode 2008 sampai 2013 dan kemudian terpilih kembali terhadap periode 2013 sampai 2018.

Dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan, terhadap 7 Februari 1963, Nurdin di awalnya adalah seorang akademisi yang menyandang gelar profesor di bidang agrikultur. Pasca terpilih sebagai Bupati Bantaeng, Nurdin segera bekerja keras dan sukses mobilisasi perekonomian serta potensi Kabupaten Bantaeng. Kini, Bantaeng menjadi kota bersama dengan pertumbuhan ekonomi dan kebugaran yang memadai fantastis.

Sebelum Nurdin menjabat bupati tahun 2008, Bantaeng juga ke di dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia. Tiap tahun Bantaeng tetap di landa banjir bersama dengan infrastruktur dan sarana kebugaran yang buru‎k. Pertumbuhan ekonominya pun hanya 4,7 persen.

Salah satu hal yang di usahakan Nurdin adalah menciptakan sarana kebugaran 24 jam mobil ambulans. Berkat jaringannya yang luas, Nurdin sukses menghadirkan ambulans yang merupakan modifikasi mobil Nissan Elgrand, hibah dari pemerintah Jepang. Nurdin mengakui bahwa menjaring kerjasama bersama dengan pihak di dalam dan luar negeri menjadi kunci kesuksesan demi keberhasilannya membangun Bantaeng. Nurdin pun mensiasati APBD sebesar Rp 821 miliar bersama dengan menggalang sumber lain.

Sejak terdapatnya sarana ambulans 24 jam di Bantaeng, kala ada penduduk sakit memadai menelpon ke 113, maka dokter dan perawat bakal mengunjungi pasien ke rumah, dan seutuhnya di layani gratis mendapat dukungan 20 dokter dan 24 perawat. Ambulans itu terbilang canggih dan mampu disebut rumah sakit terjadi lantaran fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari alat pacu jantung, infus, oksigen, kelengkapan obat-obatan, sampai mampu lakukan operasi dan layanan persalinan bagi ibu melahirkan. Layanan kebugaran ini terbukti mampu menekan anga kematian ibu dan bayi.

Tak hanya bidang kesehatan, kemampuan Nurdin di dalam bidang agrikultur nyata-nyata di manfaatkan di dalam peningkatan perekonomian daerah, khususnya di dalam hal ketahanan pangan. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bantaeng masa Nurdin tetap perlihatkan peningkatan yang signifikan. Pada 2010 misalnya, pertumbuhan ekonomi Bantaeng raih 7,9 persen. Setahun kemudian meningkat menjadi 8,43 persen. Tahun 2011 di atas 9 persen. Nurdin juga mampu merubah pola pikir penduduk dari konsumtif menjadi lebih produktif. Dan saat ini Bantaeng menjadi tidak benar satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Pencapaian ini di mungkinkan mengingat Nurdin berlatar belakang akademisi mampu menerapkan inovasi dan rekayasa teknologi, khususnya di sektor pertanian. Dia juga lakukan transfer teknologi bersama dengan mendatangkan ahli-ahli di bidang pertanian dari Jepang. Lewat penggunaan teknologi ini, sejumlah wilayah di Bantaeng yang dulunya lahan kritis kini beralih menjadi subur bersama dengan menerapkan pola pertanian organik. Nurdin mampu merubah pola pikir petani supaya tidak terkait terhadap pestisida dan pupuk kimia.

Sejak muda, ketertarikan Nurdin terhadap bidang pertanian udah terasa. Tak heran kala ia memasuki perguruan tinggi, bidang inilah yang dia menentukan untuk di tekuni. Di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hassanudin lah Nurdin mempelajari pertanian. Tak suka di situ, Nurdin selanjutnya melanjukan pendidikannya ke jenjang S2 di Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1991. Empat tahun berselang, Nurdin mengambil alih studi S3-nya di universitas yang sama. Pengalaman tinggal di Jepang selama 8 tahun tidak hanya memperkaya pengetahuan Nurdin di bidang pertanian, namun juga keterampilan, serta jaringan yang luas. Pada 2012 lalu,Nurdin sukses merubah muka Bantaeng menjadi type pembangunan kabupaten konsisten di Indonesia.

Capaian yang di peroleh Kabupaten Bantaeng itu lebih-lebih sempat terdengar negeri Paman Sam. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate‎ terbang ke Bantaeng terhadap akhir 2014 selanjutnya untuk memandang segera pertumbuhan ekonomi dan sarana kebugaran ala Nurdin. Dan Bantaeng selagi ini menjadi laboratorium pilihan bagi 104 kabupaten kota untuk studi banding tahun 2014.

Kerja keras Nurdin slot-mabar88 ini di ganjar beraneka penghargaan. Pada 2012 apresiasi itu di berikan oleh Harian Seputar Indonesia (SINDO) berwujud anugerah People of The Year (POTY) 2012 untuk kategori kepala daerah terbaik kepada Nurdin Abdullah. Penyerahan di gelar di Pantai Marina Bantaeng bersama dengan di saksikan semua jajaran pemerintah Kabupaten dan penduduk Bantaeng.

Trofi dan piagam penghargaan POTY 2012 di serahkan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Pung Purwanto di dampingi Wapemred Nevy Hetharia, General Manager Biro SINDO Kiki Subarkah, dan Kepala Biro (Kabiro) SINDO Sulselbar Mukhramal Azis. Menurut Purwanto, anugerah POTY 2012 sengaja di serahkan segera ke Bantaeng sekaligus untuk memandang pembangunan Bantaeng dan bersilaturahmi bersama dengan bupati dan warga kabupaten bergelar Butta Toaitu.

Apresiasi yang tinggi kembali menghampiri Nurdin terhadap April 2015. Kali ini apresiasi itu di berikan kepada Nurdin bersama dengan penghargaan sebagai ‘Tokoh Perubahan’ oleh sarana Republika bersama dengan kepala daerah lain yakni Tri Rismaharini dan Abdullah Azwar Anas, juga Din Syamsuddin dan dua pemuda berprestasi lain.

Turut ada di dalam acara yang digelar di Ballroom Djakarta Theater itu, sejumlah tokoh yakni Kapolri Badrodin Haiti, ketua KPK Taufikurrahman Ruki, ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPD Irman Gusman, Menteri Komunikasi Rudiantara, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Menakertrans Hanif Dahiri, dan mantan menteri Djoko Suyanto.

Pada penentuan Gubernur Sulawesi Selatan 2018, dia mencalonkan diri menjadi gubernur berpasangan bersama dengan Sudirman Sulaiman. Guru Besar Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini dilantik terhadap 5 September 2018.